News

    Informasi berita dan tips seputar traveling


Home > News

Tips Menghindari Bahaya Kutu Kasur saat Traveling

Sabtu 15 Desember 2018 | 08:00 WIB

Tindak kriminal, makanan yang membuat sakit, dan cuaca buruk bukan satu-satunya bahaya traveling yang harus Anda cemaskan. Kutu kasur (bed bugs) adalah ancaman bagi pelancong yang suka menginap di hotel murah atau penginapan rumahan. Pastikan mengetahui cara mencegah gangguan kesehatan akibat kutu kasur saat bepergian.

Bahaya Traveling akibat Kutu Kasur

Keberadaan kutu kasur cukup sulit dideteksi, tetapi mereka senang hidup di serat-serat di antara pakaian, kasur, sprei, dan selimut. Mereka dapat berkembang biak dengan cepat serta menyebar lewat kontak sederhana. Kutu kasur bahkan dapat berakhir pada bulu hewan peliharaan, koper, serta perabot.

Habitat kutu kasur adalah permukaan atau tempat-tempat yang tidak higienis. Ketika Anda terinfeksi kutu kasur, biasanya Anda akan berakhir dengan bekas-bekas gigitan berwarna merah yang agak besar dan menonjol. Bekas gigitan ini gatal dan bahkan membentuk baris-baris di kulit.

Cara Mendeteksi Kutu Kasur


sumber: breakingnews.co.id

 

Kutu kasur berukuran sekitar 5 milimeter, tetapi mereka biasanya keluar dari persembunyian saat hari sudah gelap. Kutu kasur mengeluarkan bau yang agak mirip lumut atau buah busuk. Jika Anda memasuki kamar yang terinfeksi kutu kasur, Anda mungkin akan mencium aroma yang sedikit tidak enak. Anda juga bisa menarik sudut-sudut kasur untuk menemukan tanda seperti bintik-bintik gelap.

Keberadaan kutu kasur juga bisa terlihat dari titik-titik gelap mirip darah yang tersebar di permukaan kasur ketika Anda baru bangun. Hal ini bisa berarti ada kutu kasur yang tertindih saat Anda berganti posisi dalam tidur.

Cara Mengantisipasi Bahaya Kutu Kasur


sumber: alodokter.com

 

Jika Anda harus menginap di penginapan murah, pastikan melakukan cara-cara ini untuk mencegah kutu kasur:

  • Jauhkan koper dan pakaian dari karpet

Letakkan tas atau koper Anda di tempat yang agak tinggi, jauh dari karpet. Pakaian sebaiknya digantung dan tidak diletakkan di atas kasur atau lantai.

  • Lindungi pakaian dan koper


sumber: poloskaos.com

Bawalah plastik pelindung untuk pakaian dan koper, terutama jika akan bepergian ke tempat yang hangat, lembab. Bungkus pakaian dan peralatan pribadi dengan plastik, termasuk saat menyimpan mereka di kamar hotel.

  • Jangan pindah ke kamar berdekatan

Ketika Anda menemukan tanda-tanda adanya kutu kasur di kamar hotel, Anda bisa minta pindah kamar. Akan tetapi, jangan pindah tepat di sebelah atau di bawah kamar berkutu tersebut. Hal ini karena kutu kasur dapat berpindah lewat soket listrik atau celah-celah dinding dan lantai. Anda bisa pindah hotel jika perlu.

  • Gunakan koper keras


sumber: today.line.me

 

Koper keras lebih baik daripada tas kain untuk menghindari kutu kasur hinggap di pakaian. Hal ini karena kutu kasur dapat menyelip di antara celah-celah serat tas kain. Jika Anda harus membawa tas kain, pilih warna cerah agar tanda-tanda keberadaan kutu kasur bisa terlihat.

  • Cuci pakaian dengan suhu tinggi


sumber: energimesincuci.wordpress.com

 

Sebelum pulang, cuci semua pakaian, kaus kaki, dan sepatu yang sudah pernah dikenakan dengan suhu tinggi. Jika tidak sempat mencuci, bungkus mereka dengan plastik rapat-rapat, dan segera cuci saat pulang.

  • Bawa alat penguap (steamer)


sumber: kemejaflannel.net

 

Alat penguap (steamer) mini bisa menjadi senjata untuk mengurangi dampak kutu kasur, terutama jika Anda tidak akan pulang dalam waktu lama. Gunakan alat ini untuk membersihkan permukaan koper dan tas.

Jika Anda terkena serangan kutu kasur, pastikan mencuci semua koper, tas, dan bawang bawaan saat pulang. Jangan lupa pergi ke dokter untuk meminta resep krim kulit jika bekas gigitan terinfeksi.

 

Bahaya traveling seperti kutu kasur tidak perlu dicemaskan jika Anda melakukan persiapan. Jangan lupa menyertakan asuransi perjalanan seperti New Travel Safe sebagai pengaman tambahan.

 

(pui)

Tag :